Home / nasional / Jamal Mirdad: Kembangkan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan

Jamal Mirdad: Kembangkan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan


opeknews.com — Pengembangan karakter bangsa merupakan rangkaian usaha melakukan pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh seluruh warga suatu bangsa, negara, dan pemerintah menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building).
 
Ada beberapa karakter bangsa Indonesia akhir-akhir ini yang mulai hilang atau berubah ke arah yang memprihatinkan. Misalnya sikap religius, santun sabar, saling menghormati, dan mengutamakan musyawarah. Saat ini kesannya cenderung ke arah yang destruktif dalam melakukan aktivitas bermasyarakat. Karakter menentukan tingkah laku manusia.
 
“Sehingga salah satu faktor penyebab yang lazim dijadikan “kambing hitam” terjadinya tingkah laku warga negara yang tak terpuji ialah karakter bangsa yang mulai bergeser, bahkan menurun kualitasnya,” tutur Anggota MPR RI Jamal Mirdad dalam acara Sosialisasi Ketetapan MPR RI di Kabupaten Semarang, Rabu 13 Maret 2019.
 
Kondisi tersebut, menurut Anggota Komisi Pendidikan ini, akibat dipengaruhi oleh tren dunia yakni globalisasi, yang memungkinkan informasi dapat masuk dengan tidak terbatas atau borderless information. Di dalam situasi yang seperti ini terjadilah proses lintas budaya atau trans-cultural dan silang budaya atau cross cultural yang kemudian mempertemukan nilai-nilai budaya satu dengan yang lainnya.
 
“Pertemuan nilai-nilai budaya atau cultural contact dapat menghasilkan dua kemungkinan, yaitu, pertama, asimilasi, pertemuan tanpa menghasilkan nilai-nilai baru yang bermakna; dan kedua, akulturasi, pertemuan yang membuahkan nilai-nilai baru yang bermakna,” jelas Jamal.
 
Dalam paparannya, politisi Partai GERINDRA ini menyatakan bahwa pendidikan merupakan faktor dominan dalam mengembangkan karakter bangsa. Pendidikan merupakan proses pemanusiaan untuk menjadikan manusia memiliki rasa kemanusiaan, menjadi manusia dewasa, dan manusia seutuhnya agar mampu menjalankan dan mengembangkan budaya.
 
“Sekolah sebagai media pendidikan dalam menjalankan fungsi sosial harus mampu mensosialisasikannya ke peserta didik, sehingga mereka nantinya bisa mengubah diri mereka dan masyarakatnya,” tuturnya.
 
Dari sinilah Jamal mayakini bahwa masyarakat merupakan sebuah ekosistem yang menjadi tempat hidup, tumbuh, berkembang dan berubah bagi manusia. Sedangkan sekolah merupakan tempat menggali dan mewariskan kearifan lokal dalam membangun kehidupan berbangsa.
 
“Oleh karena itu, sudah seharusnya kurikulum sekolah memberikan perhatian yang lebih besar pada pendidikan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masa sebelumnya,” tutup Jamal Mirdad dalam acara tersebut. (is/yang)

About agusismanto

Check Also

Ilham Habibie: Dalam Kampus Merdeka Mahasiswa Mampu Berdayakan Masyarakat

bidik.co — Kebijakan Merdeka Belajar Mas Menteri Nadiem Makariem yang memberi kebebasan pada mahasiswa untuk  …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *