opeknews.com — DPD Golkar Kabupaten Pekalongan akhirnya menerima pinangan DPC PDI-P untuk berkoalisi dalam Pilkada 2015 di Kota Santri. Koalisi ini mengusung Ketua DPD Golkar Nurbalistik menjadi calon wakil bupati, mendampingi Ketua DPC PDI-P Kabupaten Pekalongan, Riswadi dalam pesta demokrasi Desember 2015 mendatang. Peresmian dan penandatanganan surat pernyataan koalisi oleh kedua pihak dilakukan di Aula Kantor DPD Golkar, Kamis (25/6/2015).
Ketua DPD Golkar Kabupaten Pekalongan Nurbalistik mengatakan, dari arus bawah partai golkar menginginkan partai berlambang pohon beringin itu dapat mengusung dirinya menjadi G1 maupun G2. Lantaran ditantang untuk
maju, Nurbalistik pun siap meskipun sebelumnya butuh waktu untuk berproses.
“Saya sempat berkomunikasi dengan partai-partai lain. Namun, pada akhirnya kita mengerucut pada PDI-P. Awalnya melalui pak Sumar Rosul (Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Pekalongan), akhirnya ketemu titik dimana saya menyatakan siap untuk maju dengan PDI-P,” jelas Nurbalistik.
Dikatakan, saat ini untuk mencari calon wakil bupati di Kabupaten Pekalongan itu susah. Sebab, jika PNS hendak maju harus mengundurkan diri. Banyak yang ditawari tidak berkenan lantaran takut dengan risiko yang ada.
“Jika PDI-P sekiranya cocok dengan saya, ya saya siap,” tukasnya.
Mendengar pernyataan pimpinan poartai yang mendapatkan lima kursi di DPRD Kabupaten Pekalongan itu, Riswadi mengatakan, pihaknya telah komitmen untuk mengusung Nurbalistik menjadi G2 mendampingi dirinya dalam Pilkada.
“Setelah dikaji oleh DPP, posisi Bu Nur (Nurbalistik) aman. Jika ada kelompok yang menghalang-halangi Bu Nur, maka PDI-P yang akan turun tangan,” kelakarnya.
Bahkan, Riswadi menyatakan, jika rekomendasi dari DPP Golkar tidak turun, PDI-P tetap akan mengusung Nurbalistik dalam Pilkada nanti. “Kita tetap menunggu rekomendasi dari DPP masing-masing,” kata Riswadi.
Menurutnya, sesuai peraturan yang tertuang dalam UU No 8 Tahun 2015, seharusnya Parpol sudah tidak perlu bersikap kucing-kucingan lagi. Karena, Pilkada adalah wilayahnya partai politik. Sementara, waktu pendaftaran
tinggal sebulan lagi.
“Calon Independen sudah dipastikan tidak ada, mengingat tidak ada yang mnendaftar. Melihat hal ini, mestinya saya dan Bu Nurbalistik terpanggil, karena ini beban moral bagi partai untuk membangun daerah yang lebih baik,” terangnya.
“Selain dengan Golkar, Hanura juga telah gabung dengan kami. Sebentar lagi Demokrat, PPP dan PKS yang tinggal bertemu sekali lagi,” tandasnya. (*)
Website & Logo Maker