opeknews.com –– Pemkot Pekalongan menganggarkan Rp2,8 miliar dari APBD 2015 untuk tahap awal pembangunan Gedung Pusat Inovasi dan Budaya Batik (PIBB). Saat ini, rencana pembangunan bangunan yang merupakan salah satu bagian teknopolitan batik itu masih proses lelang, setelah sebelumnya sempat gagal lelang.
Demikian disampaikan Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan, Andrianto, kepada Radar Pekalongan, Kamis (2/6/2015).
“Saat ini untuk rencana pembangunan gedung PIBB sudah lelang lagi, bahkan saat ini sudah masuk tahap evaluasi penawaran lelang. Pagu anggarannya sekitar Rp 2,8 miliar, bersumber dari APBD Kota Pekalongan,” ungkapnya.
Diharapkan, proses lelang ini berjalan lancar hingga selesai. Sehingga, penandatanganan kontrak bisa segera dimulai pertengahan bulan Juli 2015.
“Kalau tidak ada halangan, pertengahan Juli sudah mulai SPK-nya. Adapun lama pengerjaannya dijadwalkan 150 hari kalender. Sehingga pada pertengahan bulan Desember mendatang harapannya bangunannya sudah selesai,” jelas Andrianto.
Andrianto menjelaskan, PIBB ini akan dibangun di kawasan Jetayu, tepatnya di areal Lapangan Tenis belakang GOR Jetayu. Saat ini, di kawasan Jetayu tersebut ada lapangan tenis dengan empat ban/pool, yakni ban A, B, C dan D. Sedangkan lokasi yang akan dibangun gedung PIBB, ungkap Andrianto, adalah di lapangan tenis ban A dan B.
“Bangunan PIBB ini kan nantinya kompleks. Yang akan dibangun tahun ini adalah gedung untuk ruang pagelaran, yang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa multifungsi. Untuk desainnya kita kerja sama dengan BPPT. Nantinya bangunan PIBB ini bisa untuk berbagai macam pagelaran, event-event, sekaligus sebagai lapangan tenis indoor,” bebernya.
Pembangunan Pusat Inovasi dan Budaya Batik (PIBB) sebagai upaya memberikan edukasi dan informasi tentang sejarah batik kepada masyarakat.
Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad di Pekalongan, Jumat (1/5/2015) mengatakan, PIBB akan dibangun di kompleks Gedung Olah Raga (GOR) Jetayu.
“Kami akan geser keperuntukan GOR Jetayu menjadi kawasan budaya dan kesenian daerah. Melaui ‘master plan’ yang dibuat Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi, rencanannya GOR Jetayu akan dibuat menjadi PIBB,” katanya.
Ia mengatakan, fungsi gedung yang akan dibangun lebih untuk pentas kesenian dan kebudayaan walaupun pada tempat tersebut akan dibangun lapangan tenis dalam ruangan.
“Kami akan memfokuskan kawasan Jalan Jatayu sebagai PIBB, apalagi di sekitar lokasi itu juga sudah ada Museum Batik Pekalongan,” ujar Basyir.
Dia menjelaskan melalui Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irwan Guswan, pemkot sudah mengajukan proposal pembangunan gedung tersebut sekitar Rp9 miliar kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pada 2015, kata dia, melaui APBD, pemkot menyediakan dana sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan tahab awal.
“Kami berharap pembangunan PIBB ini, nantinya bisa dilanjutkan oleh wali kota periode mendatang karena sebentar lagi juga akan dilaksanakan pilkada,” katanya.
Ia menjelaskan pemkot akan mencarikan lahan penganti khusus untuk pembangunan pusat olah raga sehingga ke depan prestasi olahraga dan kesenian tetap menjadi lebih baik.
“Sebelum purna tugas, kami berjanji akan mencarikan lahan pengganti GOR Jetayu yang akan dibangun untuk PIBB,” katanya. (*)
Website & Logo Maker