Home / nasional / Pengamat Ekonomi: Indonesia Perlu Seriusi Kehidupan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Pengamat Ekonomi: Indonesia Perlu Seriusi Kehidupan Ekonomi Masyarakat Pesisir

opeknews.com — Potensi daerah pesisir mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, memberikan manfaat bagi generasi sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang. Sumberdaya pesisir yang masih belum teroptimalkan dapat memberi kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
 
Namun demikian, kekayaan alam daerah pesisir berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakat yang justru menempati strata ekonomi yang rendah dibandingkan dengan masyarakat darat lainnya. “Paradoksi mekanisme pengelolaan wilayah pesisir yang tidak efektif dan kemiskinan masyarakat tersebut harus segera diakhiri,” tutur Pengamat Ekonomi dari Akademi Maritim Nusantara Cilacap, Ari Amalia, saat dihubungi opeknews.com, Rabu 6 Maret 2019.
 
Menurut Ari, langkah ke arah itu dimulai dengan melakukan kajian peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui suatu sistem pengelolaan  terpadu, dengan demikian diharapkan pemanfaatan sumberdaya pesisir dapat dilakukan secara optimal, efisien dan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir yang mengelolanya.
 
“Sumberdaya daerah pesisir yang dapat diperbaharui atau renewable resource, terdiri atas hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun dan rumput laut, sumberdaya perikanan laut serta bahan-bahan bioaktif. Sedangkan sumberdaya tidak dapat pulih atau non-renewable resource, terdiri atas seluruh mineral dan geologi,” jelas Ari.
 
Selanjutnya Ari mengatakan, pengelompokan mineral dalam tiga kelas, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. “Mineral terdiri dari tiga kelas yaitu kelas A (mineral strategis; minyak, gas, dan batu bara), kelas B (mineral vital; emas, timah, nikel, bauksit, bijih besi, dan cromite), dan kelas C (mineral industri; termsuk bahan bangunan dan galian seperti granit, kapur, tanah liat, kaolin, dan pasir),” jelas Ari.
 
Ari juga menambahkan, selain sumberdaya tersebut masih ada jasa-jasa lingkungan yang dapat memberikan konstribusi bagi perekonomian negara, seperti fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energi, sarana pendidikan dan penelitian, pertahanan keamanan, penampungan limbah, pengatur iklim, kawasan perlindungan, dan sistem penunjang kehidupan serta fungsi ekologis lainnya.
 
“Fakta fisik bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km dan luas laut sekitar 3,1 juta km² (0,3 juta km² perairan teritorial; dan 2,8 juta km² perairan nusantara) atau 62% dari luas teritorialnya,” tutur Ari meyakinkan.
 
Menurut Ari menilai, wilayah pesisir dan lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alamnya, baik sumber daya yang dapat pulih maupun sumber daya yang tidak dapat pulih. Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati atau biodiversity laut terbesar di dunia, karena memiliki ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun, yang sangat luas dan beragam.
 
“Memiliki modal besar yang telah di sediakan oleh alam diharapkan dapat dioptimalkan secara maksimal khususnya pada daerah pesisir dalam meningkatkan tarap hidup masyarakat sekitar. Bukan hanya potensinya yang telah lama dikenal, melainkan bisa dioptimalkan hingga mampu berjalan lurus dari kekayaan yang belum teroptimalkan,” pungkasnya. (is)

About agusismanto

Check Also

Ilham Habibie: Dalam Kampus Merdeka Mahasiswa Mampu Berdayakan Masyarakat

bidik.co — Kebijakan Merdeka Belajar Mas Menteri Nadiem Makariem yang memberi kebebasan pada mahasiswa untuk  …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *