Home / pendidikan / Alumni SMPN 3 Semarang Angkatan 86 Galang Kepedulian Pada Anak Yatim

Alumni SMPN 3 Semarang Angkatan 86 Galang Kepedulian Pada Anak Yatim

Opeknews.com — Alumni SMP N 3 Semarang Angkatan 86 (Spega86), galang kepedulian pada anak yatim. Kepedulian itu diwujudkan dengan melakukan kegiatan buka puasa bersama dan bakti sosial di Panti Asuhan Darul Muhajirin.

“Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dan berbagi nikmat atau rizki dengan anak-anak yatim Panti Asuhan, maka SPeGa86 akan mengadakan Buka Puasa Bersama dan Bakti Sosial di Panti Asuhan Darul Muhajirin, Cangkiran, Gunungpati,  Kota Semarang,” tutur Sekretaris Alumni SMP N 3 Semarang Angkatan 86 (Spega86), Lisawati kepada Opeknews.com, Jumat 1 Juni 2018.

Menurut Lisa, acara buka puasa dan bakti sosial dengan anak-anak yatim Panti Asuhan Darul Muhajirin ini akan dilaksanakan pada hari Selasa 12 Juni 2018.

“Dalam acara tersebut, nantinya akan dilaksanakan buka puasa bersama anak-anak Panti Asuhan Darul Muhajirin. Kemudian untuk bakti sosialnya, kita akan melakukan pembagian baju baru untuk lebaran kepada anak-anak penghuni panti, selanjutnya dilakukan sholat maghrib berjamaah,” tutur Lisa menjelaskan.

Sementara itu, Humas SPega86, Hadi Santoso menjelaskan alasan dilakukannya kegiatan buka puasa dan bakti sosial di Panti Asuhan Darul Muhajirin Cangkiran, Gunungpati, Kota Semarang, karena perlunya dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap sesama.

“Alasan kami mengadakan kegiatan buka puasa dan bakti sosial di Panti Asuhan Darul Muhajirin, Cangkiran, Gunungpati, karena Panti Asuhan Darul Muhajirin perlu adanya support dari berbagai pihak yang peduli terhadap anak yatim, di antaranya Alumni SPega86. Apalagi mengingat tempat Panti Asuhan yang terletak di Desa Nglarang, Cangkiran, Gunung Pati yang cukup jauh dari pusat Kota Semarang,” tutur Hadi penuh semangat.

Selanjutnya Hadi menjelaskan, Panti Asuhan tersebut berdiri di atas bangunan sederhana dengan 3 kamar tidur dan 1 kamar mandi, serta 1 ruangan dapur kecil. Dengan ruang tamunya yang tidak terlalu luas dan itu pun dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengajar, mengaji, dan aktifitas lainnya.

“Panti Asuhan itu dulunya adalah rumah warga kampung biasa yang dikontrak oleh sepasang suami istri untuk dijadikan tempat guna menampung anak-anak yatim piatu. Dialah Ustadz Syaiful, SE. Pengelola dan Pengurus PA yang mulai dirintisnya setahun yang lalu,” lanjut Hadi menuturkan.

Menurutnya, Bapak usia 28 tahun kelahiran Kabupaten Kebumen itu secara tulus dan ikhlas telah mewakafkan dirinya untuk mengasuh, mengajar, mendidik serta membesarkan 14 anak yatim piatu, yang terdiri dari 12 santri dan 2 santriwati yang berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah. Ada yang dari Demak, Ungaran, Tegal, Pemalang, serta daerah Gunung Pati dan sekitarnya.

“Kebaikan, keluhuran dan kemuliaan akhlaknyalah yang telah mampu mengetuk hati kita untuk sekadar berbagi dan menyisihkan sebagian rejeki kita untuk membantu anak-anak yatim piatu di Panti Asuahan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka memang bukan anak-anak kita, tapi kita mempunyai tanggung jawab moral untuk mengasihi dan menyayangi mereka,” pungkas Hadi meyakinkan. (is)

About agusismanto

Check Also

Tak Punya Smartphone, Dzul Menangis Minta Sekolah Meski Sendirian

Opeknews.com — Semenjak pandemi Covid-19, pembelajaran yang dilakukan di sekolah dialihkan dengan pembelajaran secara daring …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *