Home / pendidikan / Farghob Musonif: Belajar Tajwid Perlu Praktek Langsung

Farghob Musonif: Belajar Tajwid Perlu Praktek Langsung

Opeknews.com — Belajar ilmu tajwid merupakan hal yang penting dalam mempelajari bacaan Al-Qur’an. Agar dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, kita perlu mempelajari dan memahami tajwid. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Sehingga dalam mempelajari ilmu tajwid, perlu praktek langsung agar dapat ditemukan masalahnya dan bagaimana jalan keluarnya.

“Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran. Jadi akan lebih pas, mudah dan berhasil kalau melalui praktek langsung, sehingga yang belajar akan tahu dengan mengalami kesulitan lalu diupayakan bagaimana memahaminya jika dinarasikan dalam bentuk kalimat atau tulisan,” tutur Ustadz Haji Farghob Mushonif Affan, dalam Kajian Tajwid Kamis Shubuh 15 Februari 2018, di Masjid Baiturrahim Perumahan Taman Cipayung, Kota Depok.

Selanjutnya, Ketua Dewan Kemakmuran (DKM) Masjid Baiturrahim ini menjelaskan bahwa pengertian tajwid merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan baik dan benar, baik yang terdapat dalam Al-Quran maupun media lainnya.

“Dalam tajwid, ada beberapa hal yang dipelajari seperti makhroj huruf, cara pengucapan huruf, panjang pendeknya bacaan, hubungan antar huruf, dan al-Khat al-Utsmani,” tuturnya.

Selanjutnya, Ustadz yang pernah menuntut ilmu sejak sekolah dasar sampai kuliah di Pondok Pesantren Ataufiki Wonopringgo di Pekalongan itu mencoba menyisir beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam membaca Surat Al-Ikhlash.

“Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam membaca Surat Al-Ikhlash, kesalahan yang sering terjadi adalah kata “kul” itu artinya makanlah, seharusnya “qul” artinya katakanlah, memakai “qof“. Walam yakullahu qufuwan ahad, bukan walam yaqullahu, memakai huruf “k” bukan “q”,” jelas murid Kyai Taufik ini.

Farghob juga menguraikan ketika menyambung “washol” dari ayat pertama langsung menyambung ayat kedua tanpa berhenti membacanya.

“Kalau ingin menyambung “washol”  dari ayat pertama langsung menyambung ayat kedua tanpa berhenti, cara membacanya harus ada nun kecil “qulhu-allahu ahadunillahusshomad” bukan “qulhu-allahu ahadullahusshomad“,” tutur murid Kyai Rozi Pegaden Pekalongan ini. (is/syur)

About agusismanto

Check Also

Tak Punya Smartphone, Dzul Menangis Minta Sekolah Meski Sendirian

Opeknews.com — Semenjak pandemi Covid-19, pembelajaran yang dilakukan di sekolah dialihkan dengan pembelajaran secara daring …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *