Home / pekalongan / Hakam Terus Komunikasi dengan Gerindra

Hakam Terus Komunikasi dengan Gerindra

opeknews.com –– Meski bendera PKS dan Gerindra sudah dipasang berjejer di beberapa sudut jalan. Namun, potret tersebut tidak ‘menggetarkan’ bakal calon walikota, Drs Abdul Hakam Naja MSi.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan pengurus Gerindra Kota Pekalongan. Bahkan intens,” ucap Hakam, Jumat (26/6/2015).

Politisi senior di PAN itu, mengaku tidak khawatir bakal ditinggal dengan Gerindra. Pasalnya, selain terus menjalin komunikasi dengan pengurus tingkat kota. PAN sebagai partai pengusungnya juga menjalin dialog dengan pengurus PAN tingkat propinsi dan pusat.

Lebih lanjut, Hakam mengaku, sejatinya tidak berniat ikut bursa Pilkada 2015. Karena pasca tidak menjadi anggota DPR RI, ia berniat kuliah doktoral. “Saya sebenarnya ingin kuliah S3. Namun karena desakan teman-teman, saya ikuti,” akuinya.

Kejadian serupa, sambung Hakam, terulang saat dirinya menjadi anggota DPR RI. Sewaktu terlibat aksi reformasi tahun 1998, yang ditandai dengan turunnya Soeharto dari Presiden RI. “Paska reformasi, banyak berdiri partai politik baru, diantaranya PKB dan PAN. Sebenarnya saya ingin melanjutkan S2 di luar negeri. Namun, saya diminta aktif di PAN karena sudah terlibat aktif dalam aksi reformasi.”

Ketika pemilihan anggota DPR/DPRD, lanjut Hakam, dirinya dicalonkan PAN sebagai calon anggota DPR RI. Setelah dua periode menjadi anggota DPR RI.

“Rencananya setelah tidak menjadi anggota DPR RI, saya ingin kuliah lagi S3. Karena menurut saya, daerah (Kota Pekalongan,red) akan menjadi maju bila SDM warganya, juga bagus,” bebernya.

Karena itu, lanjut Hakam, bila rakyat memberi amanah kepadanya sebagai walikota, maka salah satu prioritas programnya ialah meningkatkan SDM warga Pekalongan, dengan memberikan beasiswa.

Sebelumnya diberitakan, kesiapan ikut Pilkada 2015, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra sudah siap mengusung bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota.

Demikian sinyal kuat yang disampaikan Ketua DPD PKS, Aji Suryo dan Ketua DPC Partai Gerindra, Ribut Kalimantoro yang dihubungi Radar secara terpisah, Minggu (24/5/2015).

Sedangkan partai lainnya, sinyalnya masih lemah untuk mau berkoalisi, seperti PKB, PAN, PDI Perjuangan, apakah mereka mau berkoalisi.

Sedangkan Partai Golkar yang sebenarnya bisa mengajukan calon, karena mempunyai anggota legislatif sebanyak 9 orang, masih dirundung konflik di tingkat pusat. Sehingga bila konfliknya berlarut-larut tanpa ada solusi sampai Desember 2015, kemungkinan tidak bisa ikut Pilkada. Hal sama dialami PPP, yang juga mengalami konflik di tingkat pusat.

Aji Suryo Amd yang dikonfirmasi Radar, mengaku sudah ada kesepakatan yang terjalin antara partainya dengan partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut. “Terkait koalisi, kami sudah siap berkoalisi dengan Gerindra,” ucapnya, Minggu (24/5).

Dua partai, lanjut Aji, tinggal menunggu deklarasi yang tengah dijadwalkan bersama.

Aji menyatakan, dengan terjalinnya koalisi dua partai yang lengket di KMP itu, maka tiket mengajukan calon walikota sudah ada digenggaman.

Kedepan dikatakannya, kedua partai tinggal membicarakan masalah siapa yang akan diajukan. “Yang jelas, masalah persiapan koalisi antar dua partai ini sudah matang. Berarti sekedar untuk tiket maju, kami sudah punya,” imbuh dia.

Tahapan selanjutnya, baik PKS maupun Gerindra tinggal menyusun formula bagaimana mengajukan G-1 dan G-2 dalam Pilkada nanti. Seperti diketahui sebelumnya, PKS sudah melakukan penjaringan calon internal dan mendapatkan tiga nama yaitu Idris Satria Budi, Aji Suryo dan Ariston.

Sementara Gerindra, juga sudah membuka penjaringan bacawalkot yang diikuti empat orang masing-masing Basri Budi Utomo, Anis Rosyidi, Idris Satria Budi dan Hakam Naja.

“Mengenai calon yang diajukan, kami dari PKS kan memang sudah ada persiapan, dari Gerindra juga sudah membuka penjaringan. Jadi nanti tinggal membicarakan saja bagaimana formulanya untuk kemudian disepakati guna diajukan dalam Pilkada. Itu nanti akan dibahas selanjutnya,” bebernya lagi.

Sebelum meresmikan berkoalisi, dikatakan Aji, PKS dan Gerindra memang sudah menjalin komunikasi intensif. Keduanya memang mempunyai garis koalisi yang erat di tingkat pusat melalui Koalisi Merah Putih (KMP).

Kemudian setelah menemukan visi yang sama dengan tujuan membangun Kota Pekalongan agar lebih baik lagi, keduanya menyepakati untuk berkoalisi menghadapi Pilkada. “Kami siap berkontribusi besar untuk Kota Pekalongan lima tahun mendatang,” tandas Ketua Komisi A DPRD Kota Pekalongan tersebut.

Senada disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra, Ribut Kalimantoro. Ia mengaku sudah menjalin komunikasi paling intensif dengan PKS. “Nanti kami akan sampaikan lebih detailnya kepada publik, mengenai kesepakan dengan PKS,” jawabnya singkat. (*)

About agusismanto

Check Also

Pilkada Kabupaten Pekalongan, Riswood Resmi Berpasangan dengan Nurbalistik

opeknews.com — DPD Golkar Kabupaten Pekalongan akhirnya menerima pinangan DPC PDI-P untuk berkoalisi dalam Pilkada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *